Daftar Blog Saya

Minggu, 05 November 2017

KOMUNIKASI PRODUKTIF #4 : Merenda kata dari sini “Magang FLP INHU”


Game tantangan kelas bunda sayang masih berlanjut, semakin menarik dan menantang setiap harinya. Ahad yang padat, inshaa Allah hari ini bercerita tentang pentingnya berkomunikasi yang baik terhadap diri sendiri. Tanpa kita sadari komunikasi yang baik terhadap diri sendiri dimulai dari pemilihan-pemilihan kata yang baik yang kita gunakan untuk berkomunikasi. Hingga akhirnya lawan bicara kita akan mudah menangkap maksud baik kita. Bukankah perkataan pertama menunjukkan budi dan citra diri kita ?

Cerita hari ini bermula dari peran sebagai PJ magang FLP. Hari yang semangat pikirku sejak malam lalu. Sungguh saya cukup semangat meyambut pertemuan magang ini. Salah satu alasannya adalah kesempatan bertemu dengan pribadi-pribadi yang semangat menyebarkan kebaikan lewat tulisan.

Tarraaa...

Bertemu teman-teman baru (Dinda, Asma, Acha, Ade, kak Elda). Hingga finally ketemu “kak Neti” as speaker hari ini. Oya kak Neti ini teman sekelas waktu di Matrikulasi IIP, ternyata oh ternyata. Dunia cukup sempit ya ^_*

Ada perjumpaan tentunya ada obrolan. Nah...nahhh obrolan inilah yang menjadi bagianku untuk melatih materi komunikasi produktif terhadap diri sendiri.

Misal....saat ditanya salah seorang peserta tentang status. Sudah 2 tahun ini pertanyaan status menjadi bagian yng paling sering dipertanyakan. Well...alhamdulillah berhasil menjawabnya dengan mulus, tanpa pasang muka sedih apalagi melas :D

Saat di beri tantangan oleh pemateri...alhamdulillah done pakai jurus “bisa selesai inshaa Allah”.
Terakhir dalam latihan komprod pada diri sendiri...hari ini saya tutup dengan membisikkan kalimat ke teman-teman baru...

“Alhamdulillah kelar...seneng ketemu Nida”

“Alhamdulillah seneng..akhirnya ketemu kakak ya”

Penutupnya, “ternyata memulai memilih kata yang baik yang akan kita ucapkan adalah salah satu cara sederhana mendatangkan senyum bahagia”

Kan...”bahagia itu mudah ya...pikir yang baik-baik, lalu ucapkan yang baik-baik...maka takdir baik-baik pula yang akan mendekati kita”........

Selamat rehattt ^_^

#Hari4
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#KuliahbunsayIIP



Sabtu, 04 November 2017

KOMUNIKASI PRODUKTIF#DAY 3: “Sweet Helper


“Menolong dengan setulus jiwa adalah salah satu cara merawat bahagia” .....

Dulu...dulu sekali kala badai penulisan TA menjadi salah satu yang harus diwaspada agar tak tergerus olehnya,  seorang sahabat bertanya....

“Iis...apa ngaji-ngajimu itu jadi bagian penolong ?”

Kala itu saya merasa lucu dengan pertanyaannya. Ntah lucu...ntah sayanya yang kelewat nyantai di matanya. Saat belum kujawab dia melanjutkan tanyanya...

“Kalau aku ngaji pas udah nggak maba gini...bisa kan Is ?”....mau jugalah kayakmu, selorohnya...

Jawabanku kala itu adalah....
“Bukan..bukan cuma ngajinya sih Del yang membuatku masih cengingis-cengingis dan sehat-sehat gini....”, kataku terpotong..

“Tapi...karena sibuk-sibuk yang kelihatan aneh ini ternyata membuatku bisa melakukan amal-amal yang nggak pernah kubayangin..., jadi helper di balik layar itu.....kayaknya jadi sumber kekuatan lain....”, obrolan agak serius mahasiswa semester tua jaman past.

(semoga Allah lapangkan kubur sahabat saya ini ya....pribadi yang ramah, supel dan suka menolong. Alhamdulillah meski beliau dulu belum sempat melaksanakan niatnya, tapi beliau bagian yang mendukung banyak amal-amal kebaikan).

***
Refleksi makna...
Alhamdulillah sampai Day 3 ditantangan bunsay materi 1 (Komunikasi Produktif). Hari ini saya memilih kelas sebagai bagian peluncuran misi tantangan game level 1 ini. Satu jam pertama di kelas masih meraba kira-kira siapa yang akan membantu saya menghadapi tantangan day #3. Hingga detik-detik jam kedua berakhir.....pilihan jatuh pada seorang pria pemalu di kelas. Iya...sifat pemalunya menjadikan bagian penting terpilihnya dia sebagai partner yang membantu tantangan ini.

Hari ini saya ingin mempraktikkan tentang jurus terakhir pada bagian “Komunikasi produktif dengan anak” yakni : “ganti perintah dengan pilihan”. Kupanggil mas Nando dengan nada ramah...

 “Mas Nando, kali ini mau bantu ibuk menyusun buku-buku ini...atau membagikan buku hasil belajar punya temen-temen?”

Dia murid pria yang pemalu, sambil menunduk dia bilang “bantu bagi aja buk...”

“sipp..oke, sembari menunjukkan tumpukan buku yang siap dia ambil....

Oh ya..sebenernya saya paham banget mas Nando belum lancar membaca, masih terbata-bata, kadang masih mengeja. Tapi saya percaya ini bagian tantangan yang harus diselesaikannya. Maka selama Mas Nando berkeliling membagikan buku temannya, sayapun mengeluarkan jurus curi-curi lirikan. Sambil memperhatikan raut dan ekspresi wajahnya....

Buku pertama mendarat tepat kepada nanda Shifa..

Buku kedua juga berhasil sampai ke meja Nanda..

Selanjutnya ke meja Rohman..

Nahh..ada sedikit kendala dibuku ke empat...lalu beliau menghampiri saya di meja...

“Kalau ini nama siapa buk ?”..coba kita baca bersama....

Alhamdulillah dengan sedikit bantuan pelurusan bukunya berhasil mendarat kepada pemiliknya. Hingga buku terakhirpun terselesaikan...

Terakhirpun dia kembali menghampiri meja saya..sembari mau laporan tugasnya telah selesai. Lalu sayapun penasaran bagaiman perasaannya tadi...bahagia, terpaksa atau hambar saja tanpa rasa. Kemudian kutanyakan pertanyaan...

“Gimana tadi...senengkah ?”

Karena pemalunya...anaknya cuma angguk-angguk sama senyum manis. Oke..bagi saya anak-anak seneng itu standar utamanya. Lalu masih ada yang  mengganjal....

“Nah...ibuk pengen tahu, tadi gimana ya..kok bisa mas Nando cepet tadi bantu ibuknya” ?

Jawaban anaknya sederhana ...”baca bener-bener buk...”, ujarnya.

“Ohhhh...begitu, keren caranya ya...!”, komentarku...

Nahh...tiba-tiba mas Rohman datang menghampiri meja juga, dan berseru...

“Ibuk...ibuk tau nggak tadi Nando paling cepet nganter bukuku...?”

“Kenapa... ?”, tanya saya....

“Kan...Nando sering lihat bukuku buk (tempat duduknya Rohman di depan Nando)....!”, seru mas Rohman menjawab dengan suara khasnya yang polos-polos rame.....
Mas Nando meresponnya dengan senyum malu-malu pertanda menegaskan benarnya seruan temannya tadi.

Akhirnya kamipun tertawa bersama..........

Note :
·         Yang harus saya perbaiki “sangka baik dan memenej rasa khawatir saat menugaskan sesuatu kepada anak”...
·         Melatih lisan agar dapat menahan pada komentar-komentar yang tidak diperlukan
(in frame mas Nando yang tengah)

 Tetep semangatt belajaran...
Selamat bertumbuh bunprof  ^_^

#Hari3
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif

#KuliahbunsayIIP

Jumat, 03 November 2017

KOMUNIKASI PRODUKTIF#DAY 2: Membangun Asa bersama Bunda......



Catatan hari kedua, hari ini mempraktikkan komprod dengan berbincang bersama ibu. Setiap keluarga memiliki cara dan waktu berbincang sendiri. begitupula dikeluarga kami. Maka kami memilih meja makan adalah tempat ternyaman untuk mengobrol, tepatnya makan malam. Disana biasanya kami membincangkan aktifitas masing-masing, hingga rencana esok. Sesekali diwarnai dengan berbagi info tentang para tetangga. Misal..hari ahad mb Rina belakang rumah mau akikahan, esok akan ada acara pengajian di rumah bapak sifulan, atau akan ada senam se RW esok lusa, dll. Maka makan malam menjadi waktu hangat sebelum rehat malam hari.

Alhamdulillah....
Obrolan malam ini lebih berisi karena cerita kami tentang “Hubungan orangtua, anak....dan segala ibrah pengasuhan”. Bermula dari cerita kami tentang seorang mas sepupu yang sangat sayang kepada kedua orangtuanya yang telah sepuh. Istri masnya sempat cerita bahwa salah satu alasan kenapa masnya sangat sayang kepada bapak ibunya adalah atas perlakuan baik dan sayang dari orangtuanya sejak kecil.

Lalu obrolan kamipun seputar kasih sayang...bagaimana cara kerja kasih sayang dalam pengasuhan.
“Bahwa...orangtua yang mendidik anak-anaknya dengan cinta...maka mereka akan memanen banyak cinta dimasa tuanya”
Lalu teringat mantra IIP dalam materi komprod tentang komunikasi dengan anak......tentang unik, jujur dan tulusnya dunia anak...
“Bahwa....mungkin mereka tidak mengetahui perkataan kita, tapi sungguh mereka tidak akan salah mengcopy”.

Lalu obrolan ibuk....
“lha ibuk dulu berarti galak banget apa ya....” sejenak ada wajah sedih dari perkataannya...

Jurus komprod mulai bekerja di sini...
“kok ngono tha buk (kok begitu buk)..?” saya penasaran dengan apa yang dirasakan ibu saya...maka saya coba meresponnya dengan nada sesederhana mungkin.

Iya...dalam hal berkomunikasi bersama orangtua saya memilih untuk lebih berhati-hati cara menyampaikannya...maupun pilihan katanya, meskipun masih sering gagal saat nalar bekerja pendek dan menyebabkan emosi menjadi tinggi.

“iya..dulu ibukk suka ngomel-ngomel kan ya...galak, trus banyak aturan”, tuturnya...

“kan karena kaminya yang bandel-bandel buk”, jawabku semangat...

“kalau ibuk cerewet...sekarang kami jadi paham. Ibuk dulu repot ngurus rumah dengan anak anak kecil yang banyak...anaknya juga bandel-bandel kayak aku. Belum lagi melayan bapak yang banyak permintaannya kan buk..?...belum lagi kondisi ekonomi yang pasti cukup berat buat bapak ibu...”, jelasku dengan berentet...

Lalu setelah itu ibu cerita-cerita tentang kenakalan kami...cerita tentang omelannya. Bahkan sejak bapak meninggal ibu menjadi orang yang paling mudah mengucapkan maaf jika terkenang salah-salahnya dalam mendidik kami dahulu... Alhamdulillah cerita-cerita ibu jaman dulu penuh dengan semangat...diiringi dengan tawa-tawa kecil kami sesekali. Seolah mau menjelasakan,

”Ada banyak hal dan pelajaran yang bisa kita ambil dari masa lalu”

“Ada banyak peluang tersedia untuk menjadi lebih baik...”

“Ada banyak ruang belajar bagi sang pembelajar”...

Pelajaran dari diskusi bersama ibuk malam ini adalah....”bagaimana kita menyediakan jiwa yang besar untuk mengakui banyaknya kekurangan kita dimasa lalu, bagaiman kita melatih diri untuk mengucap maaf tanpa gengsi.”

Semangat belajar...
Semangat produktif dari perkataan...

NB: hari ini saya mencoba kaidah 2C (CLEAR & CLARYFY). Bagaimana saya menyusun pesan pada ibu agar jangan bersedih akan kesalahan masa lalu. Lalu mengklarifikasi tentang responnya yang menganggap semua akibat kesalahannya dimasa lalu. Sungguh tidak ada sebaik-baik masa lalu...kecuali bagi kita yang berusaha mengambil pelajaran.

#Hari2
#Gamelevel1
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#KuliahbunsayIIP

Minggu, 23 Juli 2017

NICE HOMEWORK# 8 : MISI HIDUP & PRODUKTIVITAS

        NHW 8 menegaskan tentang misi hidup dan produktivitas kita. Langkah pertama yakni memilih satu aktivitas yang telah kita tulis pada NHW 7. Pada NHW 7 di kuadran SUKA dan BISA saya menuliskan  4 aktivitas : Berkisah, menulis, motivator (problem solver), dan bisnis. Adapun pilihan yang saya pilih pada NHW 8  yaitu aktivitas "Berkisah atau mendongeng".

        Langkah selanjutanya menyelesaikan jawaban pertanyaan berikut:
1. Saya ingin menjadi apa ? (Be)

Aktifitas yang saya pilih yakni mendalami hobi saya bercerita dengan memilih menjadi "pengkisah" atau "pendongeng". Menjadi pengkisah yang baik, menarik dan penyampai pesan-pesan kebaikan dari sebuah cerita, sehingga mendatangkan kebermanfaatan.

2. Saya Ingin melakukan apa? (Do)
Keinginan terbesar saya yakni menjadi orang yang bermanfaat. Dimana saya mampu bermanfaat kepada orang lain dengan aktivitas-aktivitas yang saya kerjakan. Lebih sederhananya yakni menjadi "Tukang kisah" atau "pendongeng" yang bermanfaat. Sehingga mampu menginspirasi orang lain untuk melaukan banyak kebaikan lainnya. 

3. Kita ingin memiliki apa? (Have)

  • Sebagai "Tukang Kisah" saya ingin memiliki karya tulisan. Kisah-kisah yang saya ceritakan saya himpun dalam sebuah tulisan sehingga menjadi karya tulis (buku). 
  • Memiliki taman baca dan RUMBEL (Rumah Belajar), sarana belajar anak dan keluarga di lingkungan tempat tinggal saya. 
  • Memiliki unit bisnis yang mampu menjadi supporter aktivitas-aktivitas kebaikan (Lembaga Privat, bimbel, toko buku).

3 apek dimensi waktu:

1. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu kehidupan kita (life time purpose)

Life time purpose saya adalah melakukan ibadah sebaik-baiknya kepada Rabb, Sang Pencipta. Baik ibadah berupa amalan kepada Allah, kepada sesama maupun kepada alam semesta. Termasuk dalam menjalankan sebaik-baiknya peran-peran pada jurusan pada universitas kehidupan yang sudah saya pilih.

2. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
  • Menyamakan visi-misi hidup dengan pasangan
  • Menambah jam terbang untuk ilmu dan jurusan yang telah dipilih pada Universitas Kehidupan.
  • Menjalani tahapan bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shaliha dengan sungguh-sungguh, semangat, bahagia dan ikhlas.
  • Menjadi motivator dan inspirator pada jurusan yang saya pilih di Universitas kehidupan.
  • Menjadikan keluarga saya sebagai keluarga yang "bahagia anggotanya, bahagia pula sekitarnya".
3. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu satu tahun (New Year Resolution).

Membangun keluarga, menyamakan visi misi bersama. Melahirkan minimal satu karya berupa tulisan yang dapat dibukukan dan dipasarkan, mengarsipkan kisah-kisah yang diceritakan. Bismillah....
Sesemangat quote IIP "Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH".

Salam Ibu Profesional..


Minggu, 09 Juli 2017

Belajar Science Asyik Pakai WWP....


Apa itu WWP??

Widya Wiyata Pertama:
• Tdd 24 buku. Tersedia seri bahasa Inggris & Bhs. Indonesia
• Memperkenalkan anak pd 4 pengetahuan: kehidupan, alam, sains, & dunia.
• Dilengkapi dgn walter yg membuat setiap halaman buku bersuara & bisa bernyanyi.
• Walter memuat 10.000 bunyi yang menarik & berisi informasi-informasi yang luar biasa. Walter mendorong anak belajar pelafalan dengan menirukan & merekam suaranya untuk dibandingkan dengan suara aslinya.
• Mengembangkn kreativitas & daya ingat anak dengan proses belajar yang melibatkan percobaan-percobaan (praktek).
• Program belajar interaktif yang mampu menstimulasi & memuaskan rasa ingin tahu anak.
• Meningkatkan pemahaman anak akan pengetahuan dengan memberikan informasi yang relevan.
• Memudahkn anak dlm mengikuti pelajaran d sekolah.
• Menambah wawasan pengetahuan bagi orang tua, untuk membantu menjawab pertanyaan anak.

Seri Kehidupan:
1. Tubuh kita,
2. Binatang kesayangan kita
3. Kehidupan dlm Air,
4. Dunia Serangga,
5. Satwa liar,
6. Ulah Binatang.

Seri Alam:
7. Alam,
8. Bumi & Angkasa,
9. Bunga & Pohon,
10. Dinosaurus,
11. Geografi & Peta,
12. Ekologi & Lingkungan.

Seri Sains:
13. Dunia di Sekitar Kita,
14. Roda & Sayap,
15. Penemuan & Reka Cipta,
16. Beginilah Kerjanya,
17. Ilmuwan Kecil,
18. Percobaan Sederhana.

Seri Dunia Kita:
19. Kehidupan Sehari2,
20. Cobalah Sendiri,
21. Musik & Seni Rupa,
22. Mengenal Masyarakat,
23. Aneka Keajaiban,
24. Tempat2 Terkenal.
+ 1 glossarium

Bentuknya tanya jawab, misal: Kenapa Februari harinya lebih sedikit, apa itu pelangi, kenapa telinga kelinci besar, kenapa orangtua harus bekerja, bagaimana korek api menyala, bagaimana piano menghasilkan musik, mengapa sabun bergelembung, mengapa magnet menarik baja, bagaimana kipas membuat angin, mengapa minyak & air tdk bercampur, bagaimana orang menemukan pensil, bagaimana munculnya kalender, kapan uang pertama kali digunakan, bagaimana radio diciptakan, dll sesuai tema buku .

Intinya pertanyaan ini seringkali ditanyakan anak, sbenarnya sederhana namun orangtua seringkali tdk mampu memberikan jawaban yg benar & memuaskan anak. Padahal ketika org tua tdk menjawab atau menjawab dengan salah, risikonya suatu saat anak akan lebih percaya pada orang lain selain orang tua, misal guru atau temannya.

Anak kan filternya belum mantap ya. Masih butuh pengarahan dalam menentukan mana yang benar & salah, jadi kalau diinfokan apa aja ya langsung disimpan sebagai sesuatu yang benar. Itulah kenapa WWP menjadi penting, didesain komprehensif, sehingga bisa kita jadikan referensi bagi anak mulai dari balita hingga duduk di
bangku sekolah atau bahkan perguruan tinggi.

Uniknya WWP ini : jawabannya ada berupa tulisan, kemudian dilengkapi dengan alat yang mampu mengeluarkan suara (di sebut walter). Jadi jawaban dari pertanyaan tersebut juga keluar dalam bentuk suara. Pastinya sdh tau bahwa ini akan sangat meningkatkan proses penyerapan informasi. Karena info yg didengar + dlihat akan lebih banyak diserap dbanding info yg hanya didengar atau dilihat saja. Jawaban yg tertulis & didengar, bukan info yg sama. Jadi saling melengkapi.

Oya buku ini bisa kamu dapatkan dengan pemesanan kepada penulis, bisa chat WA ke no berikut: 085278468303 (Iis_Queen Gallery). Yuk diskusi mak...

Salam, Penebar Virus Baca..

PARE..Kampung Inggris yang Melegenda

Adakah kampung yang namanya tersohor seantero indonesia?
Adakah tempat belajar yang membuat para pencari ilmu ingin kembali ke sana?
Adakah tempat berkumpulnya para pemimpi yang lebih baik darinya?
Kampung Inggris adalah tempat yang menjawab ketiga pertanyaan di atas. Dialah kampung yang namanya tersohor seantero Indonesia. Dia pula tempat belajar yang membuat para pencinta ilmu merinduinya dan dia pula kampung yang mempertemukan para pemimpi dari seluruh pelosok Indonesia. Dialah kampung yang banyak diperbincangan anak muda pembelajar bahasa.
Kampung Inggris adalah julukan untuk sebuah desa bernama Tulung Rejo, di kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur. Kampung Inggris pertama kali di cetuskan oleh seorang bapak bernama Kalend Osen. Beliau adalah pendiri salah satu tempat belajar bahasa Inggris di sana yakni bernama Basic English Course (BEC). Beliaulah pemilik ide yang mewujudkan sebuah kampung menjadi pusat belajar bahasa Inggris, sehingga dikenallah desa Tulung Rejo dengan sebutan Kampung Inggris.
Disebut kampung inggris, karena ada banyak tempat belajar bahasa inggris di sana. Kita akan menemui orang-orang belajar bahasa hampir disetiap pintu ke pintu rumah. Mulai dari gedung resmi dengan perangkat tulisnya hingga kumpulan-kumpulan orang belajar di tengah alam. Sekurangnya ada 5 hal yang membuat setiap kita dari pelosok nusantara wajib mengunjunginya:
1.      Tempat tercepat untuk belajar dan meningkatkan bahasa Inggris
Kampung Inggris terbukti menjadi tempat efektif untuk orang yang berniat meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Mulai dari kita yang benar-benar tidak mengerti bahasa inggris hingga orang-orang yang hanya ingin memperdalamnya. Kampung inggris menyediakan pembelajaran yang memudahkan setiap kita untuk mengikutinya. Metode pembelajarannya dikemas menjadi hal yang menarik. Mulai dari pembelajaran grammar yang seringkali membuat kita pusing hingga skill speaking yang sering menghambat kita dalam berkomunikasi disajikan dengan baik di Kampung Inggris.
Kampung Inggris menyediakan lingkungan pendukung terbaik untuk kita belajar, karena di sana kita akan menemui orang-orang belajar bahasa dimana saja, di jalanan, di tengah sawah, lapangan maupun tempat-tempat makan. Kita tidak akan merasa asing untuk mempraktekkan pelajaran-pelajaran yang kita peroleh dari tempat les di mana saja. Pada akhirnya metode terbaik dan lingkungan yang mendukung menjadikan belajar bahasa di Kampung Inggris adalah pilihan terbaik untuk kita dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing, baik untuk mengisi liburan maupun niat khusus kita untuk mempelajarinya.
2.      Tempat berkumpulnya para pembelajar.
Selain syurganya ilmu bahasa, Kampung Inggris adalah tempat bertemunya para pembelajar dari seantero nusantara, dari Sabang hingga Merauke, bahkan dari negara-negara tetangga Malaysia, Filipina, Thailand dan Timur Leste. Kita akan bertemu banyak teman baru dari berbagai latar belakang budaya, daerah dan pendidikan, yang memiliki cita-cita sama yakni belajar meningkatkan kemampuan bahasa.
Seringkali kita akan bertemu orang-orang hebat dari masing-masing daerahnya. Ada mahasiswa-mahasiswa cerdas dari berbagai Universitas di Indonesia, ada siswa-siswi yang penuh semangat dari sekolah-sekolah se Indonesia, ada para pegawai kantoran yang berlibur dan mengisinya dengan belajar, bahkan ibu-ibu rumah tangga yang datang khusus untuk meningkatkan kemampuan bahasanya. Bukankah berkumpul dan belajar dengan orang-orang baru sangat menyenangkan?
Kita akan mendapatkan banyak pelajaran dengan bertemu orang-orang yang berbeda, ada ilmu baru, ada bahasa baru, yang pasti ada teman-teman baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan di luar negara yang membuat kita bertambah pengetahuannya tentang daerah tersebut, tentang budaya teman kita, bahkan bahasa daerah teman-teman kita. Bertambah kenalan baru akan membuat kita semakin merendahkan hati, menghargai perbedaan, mencitai sesama dan berbagi semangat dalam kebaikan menuntut ilmu.
3.      Keindahan alam yang mempesona
Pare, Kampung Inggris adalah sebuah desa yang masih syarat dengan alam pedesaan. Kita akan menemui hamparan sawah yang hijau, hingga hamparan padi yang menguning menjelang masa panen. Suasana alam pedesaan khas pulau Jawa yang masih kental akan kita rasakan di sana.
Pare juga memiliki tempat-tempat indah yang membuat para pengunjungnya tidak hanya bersemangat menimba ilmu, tapi juga berkesempatan untuk liburan. Adapun beberapa tempat wisata di Pare yang wajib dikunjungi ketika kita belajar di sana antara lain; gua dan candi Surowono, candi Tegowangi, alun-alun Pare, taman Kilisuci, dan Simpang Lima Gumul Kediri yang menyajikan pemandangan indah seperti di Paris. Alam yang mempesona, tempat wisata yang menarik akan mendukung kenyamanan dalam belajar.  
4.      Culture budaya penduduknya yang ramah.
Keramahan khas suku Jawa akan menyambut kedatangan kita pertama kali menginjakkan kaki di Pare. Orang jawa yang terkenal ramah, sopan santun khas orang jawa, dan suara-suara khas mbah-mbah jawa akan kita temui di sana. Keramahan adalah kunci membuat kita tidak canggung berada di sana. Keramhan penduduk di sana akan membantu dan memudahkan kita dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti mencari kostan atau asrama, belanja harian di kedai dan aktivitas-aktivitas harian kita lainnya.
5.      Kuliner khas kampung Inggris yang menggoda lidah
Kuliner adalah satu hal yang wajib kita coba saat berkunjung dan berada di suatu daerah. Begitu pula ketika kita berada di Pare, mencoba berbagai kuliner di sana adalah sesuatu yang wajib.
            Beberapa kuliner khas Kampung Inggris yang benar-benar melegenda dan wajib kita coba ketika berkunjung di sana antara lain: tansu singkatan dari ketan susu, di sajikan di tengah hamparan sawah yang luas akan semakin membuat kita lahap menyantapnya, nasi pecel sambel liwet di pinggiran dekat Tugu Garuda adalah kudapan khas jawa yang membuat kita akan mencobanya berkali-kali, rujak cingur khas Jawa Timur membuat lidah bergoyang, susu mbok Darmi adalah susu sapi asli yang tersedia dingin maupun panas menjadi minuman wajib setelah kita seharian berjibaku dengan materi belajar, pentol rebus seolah cemilan siang hari yang wajib kita coba ketika gerobaknya melewati depan asrama dan masih banyak lagi warung makan murah meriah yang wajib kita kunjungi dan cicipi jika berkunjung ke sana.   
Berkunjunglah ke Kampung Inggris, karena kita tak hanya menemukan ilmu, teman baru atau koleksi foto baru. Tapi kita akan mendapat jutaan pengalaman akan makna belajar, cita-cita, semangat dan nilai moral. Merendahlah dalam belajar, semakin merendah semakin indah, semakin bersahaja dan semakin mempesona. Salam takzim untuk kita para pembela

CERITA BUKU: 5 GURU KECILKU 1...

Alhamdulillah kesehatan dan keberkahan semoga selalu membersamai kita 😊

Ramadhan telah berlalu, semoga semangatnya masih menggebu...aamiin.
Tulisan ini telah lama ingin dibuat tapi selalu cancel (sifat buruk yang sedang diterapi, inshaa Allah). Alhamdulillah sejak on mengikuti kelas IIP blog ini jadi lebih hidup. Minimal ada tempelan yang disematkan tiap pekannya (semoga saya makin rajin..ehh temen-temen yang baca ini juga yahh) 😊.

Weekend ini jadwal membaca buku bebas, dan sayapun ambil buku ini untuk dibaca ulang. Butuh buku ini untuk refresh ulang ilmunya, kebetulan juga sembari masih masa PO..jadi bisa jawab dengan akurat tentang isi buku ini dan apa keunggulannya. Kita intip isi buku ini yuk....!!

Buku ini bersumber dari postingan status penulis di akun facebook terkait pengalamannya dalam menjalankan perannya sebagai orang tua. Postingan status penuh hikmah ini ternyata di baca dan di share oleh sahabat-sahabat facebook penulis, hingga akhirnya menimbulkan banyak permintaan dari sahabat facebook penulis untuk menjadikannya sebuah buku. Pada akhirnya tahun 2015 tulisan tersebut dibukukan. April 2016, buku ini telah mencapai cetakan ketiga dan menjadi deretan buku best seller seri parenting. Alhamdulillah 2017 ini cetakan ulang.

Buku dengan judul 5 Guru Kecilku yang bersampul foto Teh Kiki dengan kelima anaknya ini merupakan kumpulan kisah berhikmah seputar pengasuhan anak. Buku ini dibuka dengan bagian “Niatmu kekuatanmu”, seperti pernyataan dalam  sebuah hadist. Sesungguhnya semua amal tergantung pada niatnya dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkannya, pada bagian ini Teh Kiki mengulas tentang kekuatan niat dalam perjalanannya menjalankan peran menjadi orang tua. Bukankah niat adalah sumber motivasi? bukankah menjadi orang tua yang bertanggung jawab dengan perannya adalah perkara yang tidak mudah?


Terdapat 35 bagian dalam buku setebal 241 halaman. Buku ini berbeda dengan buku parenting lain yang berisi teori, sehingga terkesan membosankan, sedangkan buku ini menyajikan pengasuhan anak secara praktik, memudahkan pembaca dalam mengambil pesannya. Dimulai dari tingkah masing-masing kelima anaknya, peran satu anak dengan anak lainnya, masalah-masalah yang muncul dalam pengasuhan, hingga solusi yang Teh Kiki contohkan. Pembaca akan menemukan kisah-kisah haru tentang Ali putra pertamanya, kisah Shidiq anak yang aktif, Shafiyah putrinya yang pemalu. Sungguh buku ini amat indah, kita akan merasakan ketulusan Teh Kiki menjadi ibu penuh waktu, menjadi ibu yang penuh azzam dalam melahirkan dan mendidik generasi islam unggulan.

Menulis ulasan buku ini mengalir seolah saya berada dalam kisah-kisah yang ada dibuku ini. Ada statment Aa' Ali dan Teh Kiki yang manis dan sangat membuat haru.
Ali: "Ummi, not every kids has a mom like you!"
wajah teh Kiki terkejut dan bercampur salah tingkah, beliau usap rambut aa' ali dan berkata..
Ummi: "And not every mom has a child like you too"!!

Semoga Allah mampukan kita menjadi orangtua yang dirindukan anak-anaknya..seperti para orangtua yang begitu merindukan polah dan tingkah laku putra-putrinya. Semoga Allah izinkan kita menjadi orangtua yang mampu membantu putra-putri kita bertumbuh dengan segala fitrah kebaikannya. Seperti pesan teh Kiki dibuku ini...
'Bahwa mengurus banyak anak itu mudah..jika Allah memberi kemudahan
maka mintalah kemudahan itu pada Allah" (Kiki Barkiah).....

"Jika kesibukan bunda membuat bunda tidak bersabar dan memperlakukan anak-anak dengan cara yang baik, lalu siapa yang harus mengalah ??" (Kiki Barkiah)

Buku cemilan yang bisa membuat kita haru biru, tersadar, semangat dan menyusun cara baru bertemu mereka....semoga ada hikmah, semoga bermanfaat...(Highly recomended buat bunda & calon bunda). Kelak kita akan berada di posisi tersebut.

Salam cinta..kasih
untuk para bunda dan calon bunda pembelajar :)





Nice Homework 6: Belajar Menjadi Keluarga Handal

☘☘​NICE HOMEWORK #6☘

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*



Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk” sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka berikut tahapa-tahapan yang akan saya lakukan:

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
3 aktivitas paling penting:
  1. Beribadah (ibadah pribadi, bakti pada ortu, dll)
  2. Bekerja (menjalankan bisnis)
  3. Upgrade ilmu di universitas kehidupan (seperti di NHW sebelumnya)

3 aktivitas yang paling tidak penting:
  1. Santai-santai, tidur berlebihan
  2. Main gadget berlebih, stalking hal yang kurang penting
  3. Nonton tv


2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Materi kali ini membuat saya berpikir kembali betapa banyak hal yang tidak bermanfaat yang sudah dikerjakan. Banyak waktu yang dihabiskan untuk bersantai-santai tanpa saya sadari. Banyak pula waktu istirahat yang berlebih, seperti tidur berlebih yang seharusnya bisa saya manfaatkan lebih produktif.
Dengan ini saya berusaha berkomitmen bahwa 3 aktivitas penting yang telah saya tuliskan akan menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup saya, dengan merevisi kembali jadwal harian saya pada NHW 3,4,5 agar selaras.

3. Kumpulan “aktivitas rutin” yang aka disatukan dalam  “kandang waktu”, dan dipatuhi cut off time.

  • Pukul 04.00-05.30 : Aktifitas Pribadi & mempersiapkan tulisan Olshop
  • Pukul 05.30-08.00 : memasak, mencuci, bersih-bersih(aktivitas dapur, loundry, cleaning service)
  • Pukul 08.00-09.00: duha, tilawah (ibadah)
  • Pukul 09.00-17.00: upgrade ilmu dan menambah jam terbang
  • Pukul 17.00-19.30: ISHOMA
  • 20.00-21.30 : mengelola olshop (balas chat, wa, iklan,rekapan dll), dan menulis.

Pesan dari kelas MIIPB4:

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.”

Bismillah semoga saya diberi kemampuan untuk terus komitmen menjalankan jadwal yang sudah saya buat 😊😊

Evaluasi akan dilakukan sepekan ke depan…
Bismillahirrahmanirrahim….

Salam Ibu Profesional,

Pembelajar...

Selasa, 27 Juni 2017

REFLEKSI: PEREMPUAN & REMAH-REMAH REMPEYEK

REFLEKSI: PEREMPUAN DAN REMAH-REMAH REMPEYEK

Biar warnanya coklat..teksturnya kasar (grudul-grudul), bentuknya tidak ideal...rempeyek masih saja pavorit yahh (nasib baiknya rempeyek 😄).

Oya tenang saja...postingan ini bukan iklan dodolan peyek punya saya, jadi bisa ya santai-santai sambil selfie, ngunyah kue lebaran dan ngobrol sama pasangan buat bacanya 😜, peace...

Teringat komentar senior dulu kala saat izin ngajak adek-adek genk di kampus buat halan-halan tangguh ke bumi Allah yang cantik. Alih-alih di kasih izin saya disepelein 😔
"Sudah....perempuan rihlahnya ke taman kota aja..!!", komentarnya...

Selanjutnya...sewaktu genk putri-putri saya suksess ngadain Futsal Cup Muslimah, temen laki-laki yang lain juga turut komentar..
"Ehhh pake futsalan is..?? Kirain keputrian kerjaannya masak-masak doang".....Grrr 😁😁 (Rasa-rasa mau tendang bola).

Lain waktu tentang sahabat saya, yang jago dalam hal pekerjaan laki-laki, disitu para pria pada terheran-heran, adapula yang rasa-rasa keberatan...seolah mau bilang, ituu gak pantes dikerjain perempuan, biar kami aja 🙊🙊

Begitu kiranya....
Seolah perempuan hanya remah-remah rempeyek dalam toples lebaran 😂😂
Serempeyekkk itukahh perempuan???😁😂

Daripada debat panjang tentang remahan rempeyek, mari kita biasakan dengan sebutan "Spesial", karena perempuan itu spesial...maka ada banyak hal-hal spesial yang semakin di cari tahu semakin penasaran.semakin di asah semakin tajem "kespesialannya". Terakhir...saat kespesialannya digunakan dalam kebaikan, diarahkan dalam kebenaran, spesialnya bisa jadi hal cetarr nan membahana yang bisa jadi jalan tol ke syurga ☺, aamiin.

Ada 3 spesial yang setidaknya menjadi bawaan lahirrr para perempuan, dari hasil baca, denger, dan pengalaman hidup :

1. Special Linguistic

Perempuan dan kemampuan bahasa. Ini bukan lagi rahasia umum saat kita sering menjumpai perempuan dengan julukan cerewet. Menunjukkan tingkat kemampuan berbicara wanita yang jauh melebihi pria. Menurut Barbara & Allen Pease dalam bukunya "Memahami Bahasa Wanita" dalam satu hari wanita bisa memproduksi kata 6.000-8.000, sedang pria dituliskan hanya sekitar 2.000-4.000 saja. Ketahuan kan...gimana specialnya perempuan dalam bahasa??
Mohon para bapak, ayah dan mas2 memahami ke specialan para ibukkk ini 😂😂.

2. Special thingking

Drama Queen bukan Drama King...!!!
Kita lebih sering akrab dengan istilah "Drama Queen", sekali lagi begitulah spesialnya para ibukk dan perempuan. Memiliki imajinasi yang runut, dan bisa berturut-turut. Lihat temen diem sedikit pikirannya langsung jauh menerawang...
Dia kenapa?
Gue salah apa?
Apa karena yang tadi?
Atau omongan yang ini...atau karena yang lain? Dan segudang runutannya
Lelah kita liatnya 😂.
Beda banget sama bapak-bapak yang seringnya simple, no comment, angguk-angguk, dan seadanya bangett..😁 (sambil mikir gimana kalau bapak2 juga "Drama King")

3. Special Feeling

Meski tidak semua perempuan itu makhluk halus..karena ada juga yang berwujud dan nyaring di denger, tapi soal rasa perempuan itu satu komando bilang "iyesss", kalau mereka adalah "Perasa". Rasa coklat, mint, vanila, strawberry, bluberry semua ada di mereka 😜.
Gampang marah..ntar gampang baikan, bentar lagi gampang happy...gak lama lagi nangis-nangis. Semua itu tanda-tanda mereka sukanya main perasaan. Tapi kespesialan ini adalah salah satu kekuatan menonjol bagi para perempuan.

Why???
Karena kehalusan perasaan mereka bisa menggiring mereka memilih kata lebih baik, menyampaikan maksud lebih halus yang kalau di asah bisa jadi soft skill berarti dalam melobi dan mewujudkan keinginan mereka. Misal ibuk-ibuk yang minta uang belanja naikk 😜

Terakhir...kalaulah para wanita harus menjadi remah-remah rempeyek. Pastikan kita ini remahan rempeyek yang gurih, renyah, mateng dan tidak asinnn. Supaya di cari-cari dan di nanti-nanti..😍
Syudahlah jangan iri sama mereka para bapak dan laki2 yang katanya kripik sanjai, kuat nan pedas..😝😝, kayak nasehat dari ayat pengingat inihh:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain, karena bagi lelaki ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bermohonlah kepada Allah dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”(QS An-Nisa’ : 32).

Salam cetarrr.....
Iis Darmayanti 💜💜

#NulissIbrahh_syawal
#InspirasiRempeyek

Minggu, 18 Juni 2017

Learning How to Learn, NHW#5

Makin ke dalam makin mengenal
Makin ke dalam makin rinci
Makin ke dalam makin jelas
Makin ke dalam makin menggigit..😊

Pekan ke-5 Matrikulasi IIP, kami diminta untuk mendesign pembelajaran kami masing-masing. Setelah sebelumnya kami diminta untuk memilih jurusan di universitas kehidupan, hingga menetapkan milistone yang akan di lakukan. Berdasarkan jurusan yang telah saya pilih, kemudian saya susun beberapa tahapan yang akan dilakukan dimana pembelajaran yang akan dicapai diharapkan menaikkan kualitas diri saya sebagai perempuan. Selain itu, diharapkan design pembelajaran ini menjadi bekal, pegangan dan pengingat selama menjalani pelajaran. Saya memilih jurusan ilmu bisnis dan pendidikan ibu & anak.

Design Pembelajaran Ilmu Bisnis

Berdagang adalah salah satu aktifitas yang bisa membuat saya bahagia ketika menjalaninya. Beranjak dari hal itu, berikut telah saya susun tahapan belajar ilmu bisnis:

  • Mengikuti sekolah bisnis secara online (sudah berjalan, dan baru ini yabg memungkinkan).
  • Bergabung di akun belajar bisnis melalui sosial media.
  • Bergabung dengan komunitas bisnis
  • Mempraktekkannya, ilmu2 dagang, jualan online, copywritting sedikit demi sedikit.
  • Mengunjungi dan menggali ilmu dari para pelaku bisnis dibidang yang saya minati.
  • Meluangkan waktu lebih banyak untuk mereview apa yang telah kita pelajaridan membaca buku-buku penunjang.
  • Membuat project Bisnis, dengan konsep "Bisnis Based Education".

Tahapan-tahapan tersebur bismillah akan dilalui, hingga akhirnya apa yang kita peajari jelas muaranya, yakni Kebermanfaatan untuk orang lain serta pengharapan penuh akan limpahan keberkahanNya.

Pendidikan Ibu dan Anak

  • Bergabung dengan komunitas Institut Ibu Profesional (IIP), sebagai langkah awal untuk ilmu ini.
  • Mempraktekkan ilmu yang didapat sedikit demi sedikit bersama keponakan, anak tetangga, anak didik, anak di lingkungan kita serta anak sendiri kelak.
  • Banyak bermain dan menyediakan waktu untuk anak
  • Membaca buku-buku terkait pengasuhan, ibu dan anak dan berusaha menuliskan ilmu yang didapat sedikit semi sedikit dalam sebuah tulisan.
  • Sharing, dan belajar bersama ibu-ibu disekitar rumah, tetangga, pengajian.



Alhamdulillah done...
Semoga berkah & istiqamah..